Kamis, 02 April 2020


Financial Literacy
Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD (2016) dalam (OJK, 2017) mendefinisikan literasi keuangan sebagai pengetahuan dan pemahaman atas konsep dan risiko keuangan, berikut keterampilan, motivasi, serta keyakinan untuk menerapkan pengetahuan dan pemahaman yang dimilikinya tersebut dalam rangka membuat keputusan keuangan yang efektif, meningkatkan kesejahteraan keuangan (financial well being) individu dan masyarakat, dan berpartisipasi dalam bidang ekonomi.
Financial Literacy merupakan pengukuran terhadap pemahaman seseorang mengenai konsep keuangan, dan memiliki kemampuan dan keyakinan untuk mengatur keuangan pribadi melalui pengambilan keputusan jangka pendek yang tepat, perencanaan keuangan jangka panjang, serta memperhatikan kejadian dan kondisi ekonomi. (Remund, 2010). Peneliti lain (Huston, 2010) mengatakan literasi keuangan meliputi kesadaran dan pengetahuan akan instrumen keuangan dan aplikasinya di dalam bisnis dan kehidupannya. (Carpena & Zia, 2011) menyatakan ada 3 (tiga) dimensi dari literasi keuangan yaitu (1) keterampilan menghitung, (2) pemahaman tentang keuangan dasar, dan (3) sikap terhadap keputusan keuangan. Sedangkan Willis (2008) menyatakan bahwa pengetahuan dalam konteks literasi keuangan meliputi pengetahuan, edukasi, dan informasi mengenai keuangan dan sumbernya, perbankan, deposito, kredit, asuransi, dan pajak.

Senin, 30 Maret 2020

IAI Sulsel Melawan COVID-19


AYO! AKUNTAN BERSAMA IAI SUL-SEL MELAWAN COVID-19.

Fasilitas APD khusus untuk tenaga medis kini belum terdistribusi dengan baik kepada rumah sakit yang menjadi tempat rujukan penanganan kasus Covid-19 yang makin hari jumlah kasus makin bertambah khusus nya wilayah Sul-Sel.

Mari bersama IAI SUL-SEL melawan COVID-19 dengan membantu menyediakan APD (Alat Pelindung Diri) yang memadai untuk tenaga medis. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian tanpa perlindungan.
Kirimkan donasi anda melalui rekening BSM - 7778883141 a.n Ikatan Akuntan Indonesia Sul-Sel.
Bantuan anda sangat berarti untuk kesehatan dunia.

Auditing

Audit terhadap Siklus Pengeluaran

Utang usaha termasuk sebagai unsur utang lancar. Utang lancar meliputi semua kewajiban yang akan dilunasi dalam periode jangka pendek (satu tahun atau kurang dari tanggal neraca atau dalam siklus kegiatan normal perusahaan) dengan cara mengurangi aktiva yang dikelompokkan dalam aktiva lancer atau dengan cara menimbulkan utang lancar yang lain.

KONFIRMASI PIUTANG USAHA

Seri Belajar Auditing

KONFIRMASI PIUTANG USAHA

Tujuan konfirmasi piutang usaha adalah untuk memenuhi tujuan audit yg terkait dengan: eksistensi, keakuratan, serta Cut-off.
Standar auditing mengharuskan konfirmasi piutang usaha dalam situasi yang normal.
Pengecualian terhadap keharusan menggunakan konfirmasi, yaitu :
1.      Piutang usaha tidak material.
2.     Auditor mempertimbangkan konfirmasi bukti yang tidak efektif karena tingkat responnya kemungkinan tidak akan memadai atau tidak dapat diandalkan.
3. Gabungan tingkat risiko inheren dan risiko pengendalian rendah dan bukti substansif lainnya dapat diakumulasi untuk menyediakan bukti yang mencukupi. Jika auditor memutuskan tidak akan mengkonfirmasi utang justifikasi untuk melakukan hal tersebut harus didokumentasikan dalam file audit.

Minggu, 29 Maret 2020

Kumpul MABA FEUH 85

Makan malam dengan teman-teman MABA Angkatan 85 FE Unhas Maret 2020 Karebosi Condotel lantai 8